Chapter summary & plot points

Posted: February 29, 2012 in Ideas database.

Summary Gundam 00Z:

Chapter 0
– Tieria Erde yg dulunya Veda telah digantikan oleh Innovades lain dengan DNA yg sama dengannya, namun berwujud perempuan, bernama Leaves Velocity
– Saat sedang mengatur data di Veda, sebuah pesan/report masuk ke Veda yg dikirim oleh Martian dari Mars, bahwa mereka akan datang untuk mengunjungi Bumi.
– Leaves menelusuri informasi ttg Martians, dan mendapatkan bahwa mereka adalah keturunan dari orang2 yg membantu Jupiter Exploration 200 tahun lalu yg tinggal di Aeolia Mars Base. Namun karena sebuah insiden mereka terpaksa bertahan hidup di mars dan berhasil membangun peradaban kecil di Mars.
– Leaves memutuskan untuk membentuk kembali CB, demi mencegah perang/miskomunikasi antar Mars dan Bumi

Chapter 1.1
– Seorang pemuda tanpa nama (Altaire) tiba2 mendapat surat tak dikenal yg menyuruhnya untuk datang ke Orbital Elevator terdekat.
– Pemuda tersebut (Altaire) dijebak dan dibawa ke sebuah ruangan dimana mereka semua dikumpulkan untuk direkrut menjadi Celestial Being, namun ia belum mengetahuinya.
– (Altaire) berkenalan dengan Karl Blank (Barrage Snipes) di sana
– (Altaire) sebenarnya tidak ingin ikut berpartisipasi, namun karena ragu, ia kehabisan waktu dan terpaksa menjadi anggota CB

Chapter 1.2
– Pemuda itu mendapatkan peran sebagai Gundam Meister no 1 dengan code name “Altaire”, sementara Karl Blank menjadi GM no 2 dgn code name “Barrage Snipes”
– Para anggota CB yg baru dipersilahkan naik ke high orbit ring untuk menaiki shuttle yg akan mengantar mereka ke Prometheus yg tersembunyi dalam asteroid agak jauh dari bumi. (belom diedit)
– Altaire berusaha melarikan diri namun gagal, dan terpaksa naik ke shuttle (belom diedit)
– Altaire & Barrage bertemu Kojiro, Leaves, & Garland

Chapter 1.3
– Altaire berusaha mencari cara melarikan diri dari Prometheus, namun yg ia malah bertemu dengan Mugen & Suzuna
– Altaire memulai perkelahian dengan Mugen, namun dihentikan Barrage yg lewat.
– Altaire bertemu dengan Elvyna Arivyer dan berbincang ttg MS/Gundam
– GM melakukan tes simulasi
– Beberapa cuplikan kondisi ESF (blom diedit. Mungkin ngambil dari Riday prologue ama ESF Story)

Chapter 1.4
– GM melakukan tes simulasi battle
– Semua GM lulus tes, kecuali Mugen & Suzuna.
– Kojiro mengumumkan misi pertama
– Altaire, Barrage, & Heaven deploy

Chapter 1.5
– Diawali dengan memperlihatkan situasi di Vanaheimr
– Vanaheimr diserang CB
– Mikhail deploy dengan GN-XVII biasa, centaur customnya lagi di setting. (blom diedit)
– GN-Flag III Rina hancur ditembak Barrage saat launch
– Lienage nolong Rina, sementara Amethys nyolong GN-Flag III biasa buat ikut battle lawan CB
– Mikhail vs Barrage-Heaven
– Altaire cari celah buat kabur, namun dihadang oleh Amethys.
– Altaire vs Amethys
– Kojiro nyuruh balik GM ke kapal, misi selesai (gagal).

Chapter 2.1
– Altaire ditabok Leaves gara2 bertidak bodoh (pengen kabur)
– Altaire dihukum kurungan
– Altaire berpapasan lagi dgn Mugen & Suzuna saat mau ke sel
– Memperlihatkan kembali kondisi Vanaheimr setelah serangan CB
– Kemunculan CB mulai membuat resah petinggi ESF, namun masih dirahasiakan dari publik.

Chapter 2.2
– Flashback sedikit ttg carla rei (yg tulisan Arc)
– Mugen berantem ama Altaire (lagi)
– Suzuna ngasih makanan ke sel Altaire, yg kemudian mereka mencoba saling mengerti
– Pindah ke Vanaheimr lagi (ngambil dari ESF story 3)
– Sedikit romace tsundere antara Lienage & Rina

Chapter 2.3
– Altaire keliatan udah make handcuff & collar bomb
– Briefing misi ke 2 oleh Kojiro
– Leaves ngejelasin tujuan utama CB ke Mars
– Garland nyebut tujuan mereka selanjutnya ke Krung Thep
– Vanaheimr lagi ngambil suplai dari kapal pengangkut yg dikirim dari pusat
– Mikhail merasakan sesuatu (Insting Innovator)
– Amethys juga merasakan sesuatu (Insting Innovade)
– 2 kapal pengangkut suplai hancur ditembak CB, konfortasi mulai lagi.

Chapter 2.4 (probably 2 parts)
– Amethys & Lienage sortie in their new GN-XVII, Rina in GN-Enact, Mikhail in “his GN-XVII” (gak tw bentuknya gmn, coz dia gak make centaur kan
– Heaven & Barrage vs Mikhail, Mugen-Suzuna vs Rina & Lienage, Altaire vs Amethys
– Uriel reveals his GN-sciccors bit when he’s cornered. But he couldn’t control it, causing the GN-sciccors hitting the friendly unit (Tughend)
– Weenar Baw dead when he’s repairing an MS, caused by a beam hitting the hangar
– Vanaheimr is damaged and ordering their troops to retreat
– Prometheus also ordered the GM to retreat, but Altaire & Mugen are having duel
– Heaven ordered to stop the duel
– Altaire gone mad, he attack both Heaven & Mugen brutally, until he realized that his collar bomb activated (blom meledak, baru bunyi).
– The duel stops. Leaves amazed by how a non-Innovator (Altaire) could own a battle againts Innovator & Half-Innovator.

Advertisements

List of ideas (f2r14)

Posted: February 28, 2012 in Ideas database.
Tags:

List ini mencakup ide2 gw (f2r14/f2) mengenai plot, story development, technology, character, MS, dsb 😀

Database lama

Di bawah ini data2 yg gw kumpulin sebelum SG freetalk kita direset (yg ke 2 kali) tanpa sebab.

“Antilon : Grunt unit-nya Martians
nih gw dapet ide buat MS buatan Tridentio(Martians)”
posted by – (lupa :B)

“Cronus = Chronos (Recharge time reduced)
Gevar Gud = Zephyr (Quadra – Speed & maneuver Booster)
Longinus = Zaebos (Quadra Attack Booster n later QBW dispell)

nantinya ke 3 system ini bakal di implementasiin juga ke CB..n efek lainnya baru ketahuan pas dicoba di MS lain(kaya uriel yg juga pake Zaebos..bisa dispell QBW)”
poster by – Echiikid

“Gw ada ide nih buat martians. Jadi asal usul Zaebos System dan 3 Gundam itu dibikin buat senjata pertahanan Martians pas Misi mereka “berkunjung” ke Bumi (buat antisipasi kalo mereka diserang, mereka punya Gundam. Dan kalo Gundam masih blom cukup, mereka make Zaebos).
Mereka balik ke bumi karena ingin melihat planet tempat nenek moyang mereka dulu tinggal (agak mirip Turn A ya…), tapi teknologi mereka belum memadai sehingga beberapa kali mereka gak bisa keluar dari Mars (penyebab masih dipikirkan). Nah, 47 tahun setelah ELS war, teknologi mereka pun akhirnya memadai dan misi berkunjung ke Bumi yg tertunda pun berhasil direalisasikan. Akan tetapi mereka khawatir kalo Martians bisa2 malah di occupied ama Earth Forces pas mereka dateng, makanya mereka bikin 3 Gundam beserta Zaebos System buat sistem pertahanan diri terakhir.
Sayangnya pihak2 seperti Xerses justru ingin menggunakan Gundam & Zaebos tsb buat menguasai bumi, agar Martians bisa tinggal disana dan menguasai manusia.
Seterusnya mirip dengan cerita anda (Gundam dibikin Terranova, Xerses ingin mengambil Gundam dari Terranova sehingga ia menjebak Geist, tapi Geist kabur dengan membawa Gundam yg memiki Zaebos di dalamnya)
Bisa-bisa… Pake 2-2nya aja. Awalnya mereka nunggu kontak dari jupiter cman gak dapet2 dalam kondisi kapal rusak. Innovade di sana udah ngirim pesan ke Veda tapi gak ada yg ngecek. Akhirnya karna gak ada harapan kalo cuman bergantung dari kontak bantuan, akhirnya mereka mencoba hidup sendiri. Lalu bikin peradaban. Setelah peradabannya jadi, baru mereka balik lagi mikir buat nyoba pulang ke bumi.”
posted by – f2r14

– CB-004 (GNA-004/hs) Gundam Uriel
– CB-005 (lupa kode aslinya) Gundam Asmodeae
– CB-006/E (GN-573/CB) Eisen Tughend
– CB-006 (GNW-30011) Gundam Arcus
– CB-007 Gundam Castiel

Faust Innovator
1. Faust innovator adalah innovade/innovator? yang memiliki kemampuan super soldier dan terinfusi substansi mirip ELS(kek amia lee) sehingga memiliki kemampuan setara/lebih dari pure innovator
2. Pemimpin project adalah Dr. Katoki shimikami dan Yurei Shimikami yang di danai oleh petinggi2 ESF yang korup
3. jika innovator & innovade memiliki mata yang menyala emas, mareka memiliki mata yang menyala perak
4. Heinrisch & william royce mengetahui keberadaan project ini dan berusaha memburu kedua pasangan ini, lalu di ketahui salah satu pasangan ini terbunuh peda kejadian “Rampage Wulf”
5. intinya sama kek plot “machinery childrens” di SRW OG2. Awal-nya mareka ada di pihak ESF(berkat bantuan petinggi korup kek innovade di S2) tapi nanti mareka ikut pihak martians(musuh)
posted by – (ooh… gw lupa nama usernya, maafkan gw :() “yg punya char Mugen sama Suzuna” 😀

Ideas of f2r14

Di bawah ini semua ide yg dipost oleh gw.

“Dapet ide…
Zaebos System cuman bisa diaplikasikan sama MS/MA yg make GN Drive Mars. (Penyebab detail masih dipikirkan). Tapi yg jelas faktor GN-Particle yg di emisikan sama GN-Drive Mars bisa disrupt QBW.
Kira2 mirip ama GN-Tau yg punya pengaruh buruk terhadap regenerasi sel (Bedanya ini QBW), tapi operating time nya infinite kek GN-Drive Ori, gak terbatas kek GN-Tau.

Jadinya nanti pas menjelang akhir, Uriel sama Longinus tukeran GN-Drive. Longinus make GN-Drive ori, dan Uriel make GN-Drive Mars + pasang Zaebos System.
Semenjak saat itu juga penyakit yg diderita Geist karna make Zaebos ilang karna GN-Drive Ori. Dan karna Altaire gak punya QBW, gak ada side effect apa2 make GN-Drive Mars & Zaebos.”

Mars
Di Mars ada semacam partikel alami yg disrupt QBW, terbentuk dari gejala alam yg terjadi di sana. Sehingga GN-Drive yg dibuat di sana pun akhirnya punya efek buat disrupt QBW. Disruption nya ini sebenernya kadarnya rendah, tapi untuk ELS dan beberapa innovator ini cukup menyakitkan. Terutama ELS yg sepanjang hidupnya berkomunikasi lewat QBW. Itu sebabnya ketika invasi ELS ke bumi, Mars tidak dipedulikan oleh mereka karna faktor QBW disrupt nya.

Kandungan materi di Mars juga punya zat tidak diketahui yg dia gak berpengaruh apa2 pada manusia tapi berefek merusak pada sel ELS untuk beregenerasi/shape-shifting. Sehingga persenjataan MS Mars walaupun lebih primitif dari MS Bumi, sangat efektif untuk melawan ELS karena tidak khawatir akan di consume.

Nantinya “mid-season” upgrade Gundam2 CB bakal dikasih “Anti-ELS Blade/Sword”. (awalnya nanti dari Dish, yg MS nya efektif lawan ELS nya ESF.)

Zaebos
Zaebos System cuman bisa diaplikasikan pada MS dengan GN-Drive Mars (sebutnya sekarang “GN-Drive/M” atau GN[M] aja), karena efek alami dari GN-Particle nya yg bisa dusrupt QBW. Zaebos System adalah sistem yg meng enhance efek tersebut sehingga dapat mengacaukan pergerakan makhluk2 ber QBW tinggi.
Visualnya kurang lebih seperti “Trans-Am Burst” 00 Raiser (ep 24 S2) ketika Zaebos System aktif.

ELS
CB sengaja tidak mengikut sertakan ELS dalam misinya kali ini, dikarenakan faktor abnormalities ELS terhadap Mars (diprediksi dari data hasil pengamatan Veda yg menemukan bahwa ELS punya kecenderungan untuk menghindari planet Mars).

Setelah Vanaheimr dirusakkan dan sekian banyak unit GN-XVI & VII dihancurkan oleh CB, ESF mulai memfokuskan kembali dana nya ke arah militer (sebelumnya tidak karna kondisi damai) dengan men develop MS2 baru dengan sel ELS sebagai bagian dari core unit, diantaranya Flaschgeld & GN-EX.

Masih belum organized, nanti gw bikin lebih organized lagi (dipisah berdasarkan kategori; plot/story development, technology, dsb 😀
Dan mungkin akan nambah lagi.

1.2. Prometheus (unfinished)

Posted: June 20, 2011 in Uncategorized

Kepanikan dibalut keheningan menyelimuti ruangan. Wajah kedua pemuda tersebut terlihat pucat walaupun Karl mencoba untuk tetap terlihat biasa saja.

“Celestial Being!? Organisasi ini benar2 ada!?”, ucap pemuda tersebut terheran2.

Dikarenakan pemuda ini lahir setelah ELS Conflict, ia tidak pernah merasakan langsung intervensi Celestial Being dan kekejaman A-Laws. Menurutnya Celestial Being hanyalah sebuah organisasi karangan yg ia tonton dari sebuah film lama berjudul “Celestial Being”.

“Ha ha ha… Celestial Being ya? Ini menarik..!”, ucap Karl bersemangat.

Lantas pemuda tersebut heran melihat Karl yg bisa begitu santainya menangapi Celestial Being. Karl nampak mengetahui sesuatu tentang Celestial Being yang tidak diketahuinya. Ia pun mencoba mencari tahunya dengan bertanya kepada Karl. Namun belum sempat ia bertanya, Leaves kembali berbicara.

*Ting….Ting….Ting*

Suara sebuah gelas kaca yg dibenturkan dengan sendok terdengar dari arah depan, membuat orang2 yg tengah ricuh mengalihkan perhatiannya kagi ke depan.
Dari dalam layar tepat di sebelah Leaves duduk, terdapat sebuah meja kecil dengan sebuah gelas kaca dan sendok mewah di atasnya.

“Kita lanjut saja langsung ke acara berikutnya. Sekarang saya akan membagikan anda semua sebuah amplop yg berisi pekerjaan dan tugas anda sekalian di Celestial Being. Dan, mohon berhati2 dengan kaki anda.”

Tiba2 saja lantai di depannya terbuka, dan perlahan keluar sebuah meja baja yg memanjang ke samping dengan amplop-amplop yg terjejer rapih di atasnya. Meja ini tidak hanya muncul di depannya dan Karl. Hampir di setiap bagian ruangan meja ini muncul. Beberapa orang bahkan ada yg terjatuh karena berdiri di lantai tempat munculnya meja tersebut.
Sesaat setelah meja tersebut muncul, ia dan Karl segera mengambil amplopnya, begitu juga dengan peserta lainnya.

“Seluruh peserta telah mendapatkan amplopnya masing2? Baiklah kalu begitu saya persilahkan anda sekalian untuk membuka isi amplop tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah data-pad yg berisi data2 pribadi anda dan profil anda sekalian di Celestial Being. Cara mengaksesnya adalah dengan scan tangan kanan anda pada monitor data-pad tersebut. Komputer akan mendeteksi sidik jari anda dan akan membuka file data pribadi anda.”

Karl yg nampak antusias segera membuka amplopnya dan melakukan scan tangan pada monitor data-pad nya. Dalam hitungan detik data-pad Karl langsung memperlihatkan list file data pribadinya.

“Whoa… Benar–benar fantastis Celestial Being! Semua yang mereka lakukan benar–benar serba rahasia…!” Celoteh Karl kagum.

Pemuda tersebut terdiam heran melihat Karl. Ia tampak tidak curiga sama sekali dengan situasi ini. Karl bahkan terlihat sangat bersemangat dan antusias begitu Leaves menyebutkan kata “Celestial Being”.
Dirinya sebenarnya sudah tidak begitu peduli dengan amplop dan hal2 di dalamnya. Pikirannya hanya tertuju untuk dapat keluar dari tempat ini secepatnya. Bukanlah keinginannya untuk ikut campur dalam “urusan Celestial Being” ini. Namun untuk saat ia tetap mencoba mengikuti aturan main yg dibuat oleh Leaves, sembari menunggu saat yang tepat untuk kabur.
Ia pun mengambil data-pad miliknya dan melihat file miliknya.

“Hmm… Gundam Meister 02… Codename: Barrage Snipes..”
“ Hahaha! Menjadi teroris dengan Mobile Suit legendaris itu bukan hal yang buruk menurutku! Oke, aku ikut!”, gumam Karl dengan semangat tinggi. Dari ekspresinya terlihat kalau orang ini memiliki rasa percaya diri yang sangat besar.

Sementara pemuda tersebut hanya termenung kebingungan melihat data file miliknya. Ia benar-benar penasaran bagaimana cara organisasi ini dapat melacak data dirinya dengan begitu akurat. Seluruh riwayat hidupnya tertera dalam data-pad tersebut, termasuk hal2 minor yg bahkan ia sendiri sempat tidak mengingatnya.

Melihat temannya berwajah panik, Karl mencoba mencairkan suasana dengan berbasa-basi dengannya.

“Jadi, pekerjaan apa yg kau dapatkan?”, tanya Karl kepadanya.

Pemuda tersebut sedikit terkagetkan dengan ucapan Karl. Ia begitu terpaku pada data-pad miliknya, bahkan sampai tidak sadar bahwa Karl tengah berteriak di sebelahnya barusan.

“Ah, uuuhh….” Pemuda tersebut panik dan segera mencari Profile ID dirinya di dalam data-pad.

Setelah menemukannya ia segera membuka file tersebut. Di dalam profile-nya tidak tercantum nama aslinya, hanya sebuah codename yg telah diberikan dari sana.

“A… Al-tire…”, bacanya pelan.

Altaire. Namaku Altaire, Gundam Meister 01…” Altaire menanggapi sambil memperlihatkan ID-nya.

“Wah, Kau sangat beruntung bisa dapat No.1! Biasanya sesuatu yang bernomor 1 adalah seorang Ace! Berarti mereka melihat sesuatu dari dirimu kawan.”

Altaire sangat terkejut begitu sadar bahwa tugas ia adalah sebagai Gundam Meister. Namun nampaknya Karl tidak terlalu memperdulikannya, ia langsung lanjut berbicara.

“Baiklah, akan kuperkenalkan diriku sekali lagi! Namaku Barrage Snipes, Gundam Meister 02! Mulai sekarang aku telah mengubur masa laluku sebagai seorang Karl Blank dan akan mengukir sebuah legenda baru dengan Gundam!”

Altaire heran dengan reaksi Barrage yang menjadi sangat antusias setelah membaca ID Cardnya. Menjadi Gundam Meister berarti mempertaruhkan nyawa di dalam perang. Menurutnya ini konyol. Dirinya sama sekali bukan prajurit atau bahkan orang yg berpengalaman di medan perang. Altaire juga sadar bahwa dirinya bahkan bukan seorang Innovator.
Rasa kesalnya memuncak, ia mengepalkan tangannya keras sambil memandang ID Card miliknya. Ia kemudian memandang ke arah layar monitor dan memandang wajah Leaves dengan penuh kekesalan.
Merasa dipaksa mempertaruhkan nyawa oleh Celestial Being membuatnya memutuskan untuk kabur dari tempat ini.

Tiba2 saja Barrage menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Altaire sebenarnya kesal dan ingin sekali menghantam wajah Barrage. Sifatnya yg “sok akrab” itu telah mengganggunya dari sejak ia bertemu dengannya tadi. Namun demi kesuksesan rencananya untuk kabur, ia menanggapinya agar tidak menciptakan masalah lebih lanjut.

“Mulai sekarang kita adalah partner. Apapun yang terjadi, kita harus tetap saling membantu, dan mem-back up satu sama lain.” Ucap Barage sembari tangannya menyalami Altaire.

“Seluruh peserta telah membuka dan membaca ID Card-nya masing kan? Di sana tertulis di pojok kanan kartu pekerjaan kalian di Celestial Being dalam font yg berbeda dengan profile yg tertulis di bawahnya. Apabila tercantum “Prometheus Crew” di bawah pekerjaan anda, maka itu artinya anda merupakan salah satu kru dari kapal induk Celestial Being, Prometheus.”

Altaire kembali melihat ID Card-nya dan ternyata terdapat tulisan kecil “Prometheus Crew” di bawah tulisan “Gundam Meister 01”-nya. Ini semakin mempersempit peluang Altaire untuk kabur. Menjadi kru kapal Celestial Being pastilah bagian dari orang penting. Apabila menghilang secara tiba2 pasti akan sangat mencurigakan.
Namun Altaire nampak tidak peduli. Bagaimanapun caranya ia harus kabur dan keluar dari Celestial Being ini.

*DHUARRR!!!!*

“Barrage, tepat sasaran! Barrage, tepat sasaran!”, teriak Haro berwarna oranye yg berada di sebuah kontainer di sebelah layar kokpit Asmodeae.

“Aku merasa sedikit kasihan kepada mereka haro. Tapi maaf saja ya, ini demi misi menyelamatkan dunia!”, balas Barrage bersemangat.

Dua buah kapal carier yg membawa suplai tambahan untuk Vanaheimr telah dihancurkan Barrage dengan tembakan beam jarak jauh. First Objective telah tercapai. Biarpun Vanaheimr nanti dapat bertahan, mereka takkan lagi bisa mengejar Prometheus dengan suplai yg sedikit seperti itu.

“Heaven, sekarang saatnya kau beraksi!”, ucap Barrage begitu bersemangat kepada Heaven yg sedang berada di kokpit SEM Custom-nya.

“Roger. SEM Custom, intercepting the target…”, balas Heaven.

SEM Custom milik Heaven segera melepaskan Optical Camouflage-nya. Dari posisi Vanaheimr terlihat sebuah MS perlahan muncul di asteroid dekatnya, diiringi dengan GN Particle yg memudar di tubuh MS tersebut. Tanpa banyak basa-basi Heaven langsung melancarkan serangan ke arah Vanaheimr. Beberapa tembakan beam ditembakkan kepada Vanaheimr.

“Gills! Aktifkan GN Field!”. Dengan segera Cathreen menyuruh operator-nya untuk mengaktifkan GN Field, sehingga damage yg diterima Vanaheimr pun tidak besar.

“Weenar! MS apa saja yg tersedia sekarang?!”

“Skuadron 2 dan 3 sudah siap kapten. Lainnya sedang dalam proses maintenance, namun tidak akan memakan waktu lama.”

“Kalau begitu, segera luncurkan mereka! Lindungi kapal ini sebisa mungkin!”

“Skuadron 2, 1st Lieutenant Bersele & skuadron 3, 2nd Lieutenant Pubol. Kalian launch sekarang!”, teriak Weenar kepada para pilot MS skuadron 2 dan 3 yg telah standby dalam unit-nya masing2.

“Baiklah, terima kasih Weenar. Pubol, kau sudah siap!?”, jawab pilot GN-XVII tersebut dari dalam kokpitnya.

“Tentu saja… Bersele, kau juga hati-hati!”

“Oke… Bersele Gallagher, 2nd & 3rd Squad, Launching!”

******

(15 menit yg lalu)

*Celestial Being Prometheus*

“Semuanya bersiap di tempatnya masing2!!!”, perintah Kojiro kepada seluruh kru Prometheus.

Lantas seluruh kru langsung bergerak keluar dari briefing room dan menuju tempatnya masing2. Para bridge crew segera mengambil jalur menuju bridge, sementara para meister mengambil arah yg berlawanan menuju hangar.

Begitu sampai di hangar, para Meister sudah terlihat siap dalam pilot suit-nya masing-masing. Altaire mulai terlihat dapat mengikuti pergerakan CB. Sesampainya ia di balkon hangar ia langsung bergerak menuju kokpit Uriel-nya tanpa banyak protes. Heaven dan Barrage juga terlihat mulai terbiasa dengan situasi seperti ini. Mereka dengan sigapnya memeriksa kondisi MS mereka agar tidak terjadi kesalahan teknis dalam misi. Dari dalam kokpit mereka memeriksa data2 mengenai kestabilan GN-Drive, jumlah ammo, kondisi armor, dan sebagainya.
Namun Mugen dan Suzuna masih terlihat belum memasuki kokpit Tughend-nya. Terutama Suzuna yg terlihat begitu ketakutan menghadapi situasi seperti ini.

“Mugen, apa aku harus benar2 ikut berperang?”. Tanya Suzuna kepada Mugen sambil merundukkan kepalanya. Tubuhnya yg mungil terlihat begitu tegang.

“A-aku takut jika nanti bertemu dengan orang2 yg pernah menyakitiku…”, lanjut Suzuna dengan suara kecil. Kedua tangannya pun kemudian ditaruh di dadanya. Ia menggenggam erat tangannya sambil menahan rasa sakit yg pernah ia alami.

Mugen agaknya terdiam sejenak begitu mendengar kata2 Suzuna. Ia yang pada saat itu sedang bergerak memasuki kokpit Tughend langsung membalikkan badannya begitu mendengar Suzuna. Namun ia tetap mencoba untuk menenangkan ketakutan Suzuna.

“Suzuna Ai….”, sentak Mugen pelan namun cukup untuk membuat Suzuna tersentak.

“Tenang saja Suzuna, apapun yg terjadi aku pasti akan selalu ada di dekatmu! Aku pasti akan melindungimu! Akan kuhajar semua orang yg menyakitimu!”. Ucap Mugen tegas dan bersemangat. Suzuna lantas terkejut begitu mendengar Mugen berbicara seperti itu. Tubuhnya tegap penuh percaya diri. Ia terlihat begitu yakin memegang kata-katanya tersebut.
Sayangnya Suzuna belum bisa tenang sepenuhnya walaupun sudah dijanjikan seperti itu.

“T..ta..tapi…-”

Kalimat Suzuna terpotong oleh tangan Mugen yg tiba2 diulurkan ke arahnya. Mugen yg tadinya berwajah serius kemudian menghelakan nafasnya dan tersenyum tipis.

“Tidak usah khawatir Suzu, semua akan baik-baik saja…”, ucap Mugen sambil tersenyum tipis ke arah Suzuna. Sesaat setelah itu, seluruh keraguan dan ketakutan yg ada di benak Suzuna hilang begitu saja. Tanpa ragu ia langsung menggenggam tangan Mugen. Ia sudah lebih tenang dari sebelumnya. Mugen pun kemudian menarik tubuh Suzuna yg melayang tanpa gravitasi untuk masuk ke dalam kokpit Eisen Tughend.

*****

“-Individual Information Attestation System-, -Start Up-”
“-Handcuffs Release-”
“GN system booting up. Priority, Altaire. GNA-004/hs, Gundam Uriel, starting…”

Sistem Uriel mulai berjalan normal. Handcuff yg mengikat kedua tangan Altaire telah dilepaskan. Ia mulai dapat bergerak lebih leluasa. Mesin2 telah berjalan mulus. Uriel sudah siap untuk digunakan. Sementara Asmodeae dan SEM Custom sedang bersiap untuk launch.

“Opening 1st & 2nd hatch. Asmodeae memasuki catapult deck 1. Train telah dikeluarkan, Linear Field telah berfungsi.” Ucap Lead Revolutio membacakan status catapult yg akan digunakan Asmodeae untuk meluncur.

“Oke, Haro! Kita habisi mereka semua…”, teriak Barrage bersemangat saat Asmodeae mulai memasuki catapult deck.

“Balas dendam! Balas dendam!” Balas Haro.

“Hahaha…! Ya Haro, kita balas kegagalan kita di misi sebelumnya!” Timpa Barrage bersemangat.

“Asmodeae telah memasuki Linear Field. Persiapan take off selesai. Asmodeae, dipersilahkan meluncur.”
Lead melanjutkan.

“Yosh! Asmodeae, Barrage Snipes, take off!!!”

Asmodeae pun dengan cepat melesat keluar dari Prometheus. Asmodeae telah launch lebih dulu dibanding SEM Custom. Sementara itu SEM Custom sedang melakukan persiapan yg serupa pada catapult deck 2.

“Mengirim SEM Custom ke catapult deck 2. Linear catapult voltage meningkat dari 230 ke 480. Mobile Suit telah synchronized dengan field. Kontrol pada timing peluncuran telah ditransfer kepada SEM Custom.” Ucap Nadja.

“Roger. SEM Custom, Heaven Lighen, heading out…”

Tak lama setelah Barrage dan Heaven keluar dari Prometheus, Nadja mulai mendeteksi keberadaan Supply Carrier untuk Vanaheimr. Satu diantaranya tengah mendekati Vanaheimr, sementara dua lainnya terlihat tersendat.

“Kapten, tiga kapal carier yg mengangkut suplai sudah terlihat! Satu diantaranya telah sampai kepada kapal ESF tersebut!”. Nadja memberitahu Kojiro keadaan yg tengah terjadi.

Dengan tenang Kojiro menanggapinya. Ia bahkan masih sempat menenggak wishky dari botol alumunium yg dikalungkannya. Ia kemudian meminta Nadja untuk membuka link gambar kepada seluruh Meister. Dari dalam kokpit masing2 Gundam, sebuah gambar muncul memperlihatkan Kojiro di dalamnya.

“Yak! Kalau begitu langsung saja kuberitahu tugas kalian…!”, ucap Kojiro sembari menutup kembali botol alumuniumnya.

“Ehem… Asmodeae, tembak habis kapal suplai yg ada di sana!
SEM Custom, standby di dekat target. Jangan keluar sampai kapal suplai hancur oleh Barrage!
Uriel, Eisen Tughend, standby dalam kapal. Kalian akan melakukan “surprise attack” dari belakang saat Heaven mengalihkan perhatian target!
Cukup itu saja. Berjuanglah!”

Kojiro kemudian perlahan duduk di kursi kapten-nya, sembari memasukkan botol liquornya ke dalam normal suit-nya. Ia pun mulai mengenakan helm-nya, diikuti dengan kru lainnya. Wajah Kojiro berubah serius. Kru lainnya pun juga nampak telah siap untuk memulai misi.

“Mission, Start!!!”

*****

Dengan tenang namun sigap, Heaven mencoba bergerak mendekati Vanaheimr. Tiba2 saja sebuah beam laser ditembakan ke arahnya, diikuti dengan beberapa beam lainnya.
Tidak satupun dari beam laser itu yg mengenainya. Heaven bergerak cukup lihai, ia dapat menghindari semua tembakan tersebut. Heaven dengan segera mencari sumber tembakan dan ia mendapati beberapa GN-XVI milik Vanaheimr lah yg menyerangnya. 4 buah GN-XVI.

GN-XVI itu terus-menerus menembakkan beamnya ke arah Heaven. Namun Heaven tidak terlihat kesulitan, ia bahkan selalu mengambil kesempatan untuk membalas tembakannya. Sayangnya GN-XVI itu hanya pancingan untuk mengalihkan perhatian SEM Custom. Dua buah GN-XVII (Squad Leader) muncul dari sebelah kiri dan kanan SEM Custom, diikuti dengan sebuah GN-XVI/C (Cannon Bazooka Type) pada masing2 GN-XVII.

“Kapten! SEM Custom telah dikelilingi oleh enam GN-XVI dan dua GN-XVII.” Ucap Nadja panik.

“Hmm… Dua skuadron GN-XVI untuk menghadapi sebuah SEM Custom. Sebegitu menakutkannya kah Celestial Being…?” Kojiro menanggapinya dengan tenang seakan segala sesuatunya berjalan sesuai rencananya.

“SEM Custom mulai tampak kesulitan menghadapi delapan MS sendirian.Bagaimana ini kapten!?” Ucap Lead Revolutio, sang innovades yg duduk di kursi operator belakang Najda.

“Tenang saja, ini memang sudah sesuai rencanaku…”

“Tapi, MS lama seperti SEM Custom tidak mungkin bisa menghabisi 6 buah GN-XVI sekaligus kan? Apalagi ditambah dengan 2 buah GN-XVII yg terhitung masih baru!”, Nadja menambahkan.

“Tentu saja tidak mungkin…! Menurutmu untuk apa kita punya sniper?!” Balas Kojiro enteng.

*Shuuut… DHUAR!!!*

Tiba2 saja sebuah beam meluncur dan menghancurkan sebuah GN-XVI/C yg tengah menembaki Heaven.

“Gundam lagi? Dari mana beam itu ditembakkan?!”, ucap Bersele terkejut.

Sebuah beam kembali melesat dari jarak yg tidak terjangkau oleh kamera GN-X. Tembakan tersebut mengarah kepada MS pimpinan skuadron, yaitu GN-XVII Bersele. Namun dengan cepat Bersele berusaha menghindarinya. Akan tetapi sayangnya beam tersebut mengenai lengan kanannya MS-nya dan menghancurkan rifle-nya.

“Aaaakkkhh!!!!”

Melihat temannya tertembak, Pubol segera mengambil inisiatif untuk meng-cover Bersele.

“Bersele! Kau tidak apa-apa?!”

“Tidak apa2 Pubol, aku baik2 saja.”

“Jarak ini… Sniper kah…!?” Sentak Pubol kesal.

“Ya! Nampaknya makhluk inilah yg telah menembak Flag Rina pada saat ingin launching…”

Bersele dan Pubol berusaha untuk menyerang balik serangan sniper tersebut. Namun jarak tembak GN-XVII tidak mampu menggapai target sejauh itu.
Tembakan sniper tersebut berasal dari Gundam Asmodeae yg bersembunyi di balik bebatuan asteroid cukup jauh dari Vanaheimr.

“Barrage hebat! Barrage…”, teriak Haro riang di dalam kokpit Asmodeae.

“Haha… Ini belum apa2 Haro. Sekarang saatnya kita membantu Heaven!”

“Deploying Shield Bits! Deploying Shield Bits!”
, teriak Haro mengaktifkan shield bits pada Asmodeae.

Shield bits Asmodeae pun mulai bergerak melindungi Heaven dari tembakan GN-X yg menghujaninya. Situasi mulai berbalik, Heaven sekarang dapat bergerak lebih leluasa setelah dibantu oleh Barrage.

Heaven kembali fokus pada targetnya. Ia kembali mengangkat rifle-nya dan mulai menyerang. Dengan cepat ia terbang melesat menuju GN-X – GN-X yg ada di depannya. Heaven tidak memperdulikan lagi soal tembakan2 yg diarahkan GN-X tersebut ke arahnya. Semuanya telah ditangkis oleh shield bits Asmodeae. Setelah SEM Custom mencapai jarak yg pas, Heaven mulai melancarkan serangannya. Point blank shot ditembakkanyan kepada sebuah GN-X dan menghancurkannya.

Heaven kembali menembakkan rifle-nya pada targetnya yg ke 2. Sayangnya GN-X itu menghindari tembakan Heaven, namun dengan jeda waktu yg singkat beam ke-2 ditembakkan Heaven dan meledakkan GN-X tersebut. Sesaat tadi Heaven seakan mengetahui bahwa GN-X tersebut akan menghindari tembakan pertamanya, sehingga ia menembakkan tembakan ke-2 nya sesaat setelah tembakan pertama dilancarkan.

2 GN-XVI telah dihancurkan. Heaven langsung bergegas meluncur ke target ke-3 nya. Kematian kedua rekan di depan matanya membuat pilot GN-XVI itu panik. Ia menembaki SEM Custom dengan membabi buta. Melihat hal ini, Heaven memanfaatkannya kepanikan targetnya dengan terbang ke bawah GN-X tersebut. GN-X itu terus menembaki Heaven, sementara Heaven terus meluncur lurus tanpa ada satupun tembakan yg mengenainya. Begitu sampai tepat di bawah GN-X tersebut, Heaven dengan cepat berbalik dan menembakkan rifle-nya. GN-X yg tidak sempat menghindar itu akhirnya hancur oleh tembakan SEM Custom.

Tiba2 saja sebuah beam laser besar ditembakkan dari belakang Heaven. Sebuah GN-XVI/C yg tersisa menembakkan cannon bazooka-nya terus menerus ke arah Heaven.

“Kau…!!! Kau telah membunuh teman2ku!!!”. Teriak pilot GN-X tersebut penuh amarah.

Kesal dengan tembakan2nya yg terus menerus dihindari oleh Heaven, GN-XVI/C itu pun membuang bazooka-nya. Ia mengeluarkan beam saber-nya dan menyalakan trans-am-nya.

“TRANS-AM!!!”

“MATI KAU CELESTIAL BEING!!!”

Akan tetapi belum sempat GN-X tersebut terbang menuju SEM Custom, sebuah beam laser berukuran besar menerjangnya. Pilot tersebut tidak sempat berfikir untuk menghindar karena dalam kondisi emosi. GN-X tersebut kemudian hancur tanpa sisa oleh beam tersebut.

*BLAARR!!!*

“GN Mega Particle Cannon, release…”. Ucap Heaven datar.

Ternyata beam tersebut berasal dari tangan SEM Custom yg juga merupakan sebuah cannon. Cannon tersebut telah diupgrade menjadi mega particle cannon, setara dengan bazooka serave pada masing2 tangannya untuk menutupi kekurangan SEM Custom. Saat GN-X tersebut menembakinya, Heaven melakukan charging pada cannonnya. Dan saat kesempatan untuk menembak terbuka, Heaven dengan segera menembakkan GN-Cannon di kedua tangannya ke arah targetnya dan menghancurkannya.

*****

“Kapten, 5 buah unit GN-XVI kita telah dihancurkan! Dua diantanya adalah GN-XVI/C!” Ucap Gills, operator Vanaheimr, menginformasikan kondisi lapangan kepada Cathreen.

“Sial! Monster macam apa yg kita lawan…!?”, ucap salah seorang bridge crew Vanaheimr.

Suasana dalam bridge begitu kacau. Para kru nampak telah putus asa untuk bisa menang melawan Gundam. Sementara Cathreen mencoba untuk tetap tenang dan mengingat2 kembali strategi2 yang dilakukan neneknya (Kati Manequinn) dulu saat melawan Gundam.

“Ck, apa boleh buat, suruh mereka menjauh dari area itu! Tembakkan setengah dari seluruh misil kita!”, perintah Cathreen kepada operatornya.

“Apa!!! Yang benar saja kapten, pertahanan kita akan berkurang! Itu terlalu beresiko…!”

“Justru akan lebih beresiko bila kita tidak mulai menyerang sekarang. Itu yg kupelajari dari nenekku…”

“Siap kapten! Vanaheimr menembakkan GN-Missile!!!”

*****

*Celestial Being Prometheus – Bridge*

Dari dalam Prometheus seluruh kru, kecuali Kojiro, Leaves, dan Garland, tengah tercengang dengan aksi bertarung Heaven. Ia berada di sebuah MS SEM yg sebenarnya hanya supporting unit untuk Seravee/3G, namun dapat menghabisi kumpulan GN-XVI tanpa luka sedikitpun. Kemampuan membaca situasi dan refleksnya seakan memperlihatkan bahwa Heaven seorang Innovator.

“Front, jalankan Prometheus! Ambil arah memutar. Kita akan memulai 2nd Phase…”, perintah Kojiro mengejutkan suasana.
Para kru yg sebelumnya tengah terpana melihat aksi bertarung Heaven, dengan segera melanjutkan pekerjaannya.

“Siap kapten!” Jawab Front sigap.

“Mulai lakukan persiapan launch pada Tughend dan Uriel!” Kojiro melanjutkan. Kali ini ia memberikan perintah kepada para operator kapal.

“Baik! Gundam Uriel, Eisen Tughend, bersiap memasuki catapult.” Nadja kembali membacakan status catapult yg akan digunakan untuk launching.

Kedua MS yg tersisa di dalam Prometheus tengah melakukan persiapan untuk meluncur. Mereka akan melakukan surprise attack dari belakang Vanaheimr dan menghancurkannya. Apabila itu berhasil, maka objective telah tercapai dan misi selesai. Dengan begitu mereka dapat berangkat menuju Mars tanpa ada gangguan dari pihak bumi.

“Linear catapult ready. Course clear. Eisen Tughend dipersilahkan untuk meluncur.”
Nadja menginformasikan kepada Tughend.

“I have control. Eisen Tughend, Mugen Morveo & Suzuna Ai, heading out!!!”

Eisen Tughend kemudian meluncur keluar Prometheus terlebih dahulu. Ia langusng menuju Vanaheimr untuk memulai serangan.

Sementara itu Uriel masih berada di dalam Prometheus menunggu beberapa saat setelah Tughend meluncur. Ada jeda beberapa saat untuk peluncuran antara Tughend dan Uriel. Ini berfungsi agar saat surprise attack terjadi mereka tidak datang bersamaan, sehingga dapat menghancurkan konsentrasi musuh, dan akan lebih mudah untuk mengalahkannya.
“Hei Al. Jangan lakukan hal yg aneh2 ya!” Lead mencoba mengingatlkan Altaire agar tidak bertindak ceroboh lagi.

“Kali ini kau punya bom tertempel di lehermu. Jika kami melihat kau bertindak mencurigakan lagi, kami bisa dengan mudah meledakkan bom tersebut…” Lanjut Lead. Ia sedang membicarakan hal yg serius dengan Altaire, namun wajahnya terlihat riang dan tersenyum. Cara bicaranya pun santai.

Akan tetapi, Altaire menanggapinya dengan dingin tanpa jawaban. Ia hanya menoleh sedikit ke wajah Lead di layar, dan kembali fokus kepada jalur catapult.

Setelah menunggu beberapa saat, Uriel pun akhirnya mulai bersiap untuk meluncur.

“Uriel telah memasuki Linear Field. Linear Field aktif. Persiapan selesai. Uriel, silahkan meluncur.”
Ucap Lead menginformasikan status kepada Uriel.

“Gundam Uriel, Altaire, leaving!”

*****

*Celestial Being Promehteus – Prisoners Room*

Saat itu Altaire sedang berbaring di kasurnya setelah menyantap makanan yg diberikan Suzuna. Dari dalam ruang tahanan terdengar suara rel dari handle yg bergerak mendekat dari arah lorong. Tiba2 suara tersebut berhenti dan berganti dengan suara langkah kaki yg menuju pintu ruang tahanan. Begitu mendengar suara langkah kaki tersebut, Altaire menegakkan tubuhnya. Ia nampak yakin seseorang yang sedang menuju ke sini memiliki urusan dengannya.
Tidak lama kemudian suara akses pada pintu ruang tahanan berbunyi.
*Biiip*
Pintu pun otomatis terbuka dan dua orang berjalan masuk ke dalam. Dengan posisi duduk di atas kasur dan tangan terikat handcuff, Altaire bersiap2 menghadapi dua orang yg mendatangi selnya.
Tak lama kemudian munculah dua sosok Innovades yg ia kenal di luar jeruji besi. Mereka adalah Lead Revolutio dan Front Frontier. Innovades serba bisa yg mengurus banyak hal di Prometheus, mulai dari operating di bridge, piloting kapal, sampai keamanan. Mereka juga terkadang terlihat sedang membantu Elvyna Arivyer, seorang mechanic Prometheus, dalam reparasi Gundam dan sebagainya.
Front Frontier memiliki rambut merah lurus panjang dan mata oranye persis seperti Divine Nova (00 S2), sementara Lead Revolutio memiliki rambut putih bergelombang dan mata biru layaknya Hixar Fermi (00P).
Salah seorang dari mereka kemudian mulai berbicara kepada Altaire.

“Meister no. 1. Keluarlah, kami harus mengantarmu ke Briefing Room. Kita akan membahas mengenai misi selanjutnya.” Ucap Front dingin sembari membuka kunci sel Altaire.

Altaire kemudian berjalan keluar tanpa ekspresi. Akan tetapi tiba2 saja Lead dari belakang langsung memasangkan collar bomb (kalung bom) pada leher Altaire (seperti yg digunakan Marlene Vlady & Fon Spark). Altaire terkejut tidak tahu apa2 tentang benda yg dipasangkan di lehernya.

“Tenang saja Altaire, selama kau tidak berbuat yg aneh2 kalung ini tidak akan menjadi ancaman untukmu.” Ucap Lead santai.

“Ancaman? Apa maksud Innovades ini?”, bisik Altaire dalam hati. Altaire yang penasaran langsung menanyakannya pada Lead.

“Hei, memangnya apa benda yg ada di leherku ini?!”

“Oh, kau belum tahu ya? Itu Collar Bomb. Kalung yg berisi bom kecil di dalamnya. Fungsinya untuk mengekang seseorang agar tidak berbuat seenaknya. Apabila orang tersebut terlihat bertindak yg mungkin dapat merugikan CB, maka kalung ini akan diledakkan oleh Veda, dan orang tersebut akan tewas seketika. Dahulu juga ada beberapa Meister mantan kriminal yg menggunakan ini koq.” Jawab Lead santai.

“Apa!? Yang benar saja!!?”, sentak Altaire terkejut.

“Itu untuk menghindari tindakan anda yg ingin membawa kabur Gundam seperti sebelumnya. Oleh karena itu handcuff (borgol) dan collar ini berfungsi untuk anda.” Jawab Front datar.

Altaire semakin terpojok. Mustahil untuknya sekarang kabur dari Celestial Being. Handcuff dan collar ini mengekangnya seperti binatang. Ia tidak bisa bertindak seenaknya lagi. Ia pun semakin kesal. Namun apa boleh buat, ia sekarang hanya bisa pasrah menerima keadaannya.

*Celestial Being Prometheus – Briefing Room*

Di Briefing Room terlihat para personil Prometheus telah berkumpul. Kali ini Captain Kojiro mengumpulkan semua kru Prometheus untuk membahas hal2 penting seputar misi Celestial Being kali ini. Di ruangan tersebut terletak komputer operator di pojok, sebuah layar persegi di depan ruangan, dan layar bulat yg terpampang di lantai ruangan. Persis seperti Briefing Room Ptolemy/Ptolemaios II yang lama, hanya saja luas ruangannya lebih besar.
Semua orang masih terdiam menunggu satu lagi personil yg belum tiba, Altaire.

“Aha! Ini dia pria yg kita tunggu-tunggu!”, celoteh Kojiro saat ia mendengar suara pintu terbuka.

Lead dan Front membawa Altaire yg ber-handcuff dan collar. Tentu saja orang2 di sana langsung menatapnya. Sebuah handcuff dan collar adalah tanda dari seorang kriminal. Namun Altaire mencoba untuk tidak memperdulikannya.
Barrage yg melihat partnernya diperlakukan seperti itu langsung mendekati Altaire.

“Hey Al, kau tidak apa2 kan?”, tanya Barrage khawatir dengan perlakuan yg diberikan kepada Altaire. Barrage berasal dari militer ESF, oleh karena itu ia tahu betul orang2 seperti apa yg mendapatkan handcuff dan collar macam yg digunakan Altaire.

“Tidak apa2, aku memang pantas mendapatkan ini. Tindakan ku sebelumnya memang dapat membahayakan organisasi. Tidak aneh kalau akhirnya mereka mengekang kebebasanku.”, ucap Altaire sambil memberikan jawaban yg rasional.

“Ya ya, sudah cukup! Sekarang aku ingin memulai brief-nya!”, teriak Kojiro sambil menepuk2an tangannya untuk mengembalikan fokus orang2 di sana.

Setelah itu suasana kembali fokus di sana. Lead dan Front yg tadi membawa Altaire juga ikut berada di sana. Barrage bersebelahan dengan Altaire, Suzuka seperti biasa menempel pada Mugen, Heaven diam tanpa ekspresi, Elvyna berada bersebelahan dengan Lead dan Front, Nadja Zemlya, operator Prometheus, terlihat berada di komputer di pojok ruangan, sementara Garland, Kojiro, dan Leaves yang mengatur brief berada di depan ruangan.
Kojiro yang tadi penuh banyolan langsung berubah serius.

“Ehm, sekarang kita akan memulai Briefnya. Namun sebelum itu kalian akan diberitahu terlebih dahulu tujuan utama misi CB kali ini. Dipersilahkan nona Leaves Velocity untuk menjelaskan.”

“Terima kasih Captain. Sebelumnya kalian telah menyelesaikan misi pertama kalian, namun misi tersebut sebenarnya tidak lebih dari sekedar misi latihan saja. Tujuan utama kita kali ini ada Mars…”

Leaves terdiam sebentar sambil kemudian melanjutkan kembali presentasinya.

“Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan sebuah pesan dari Veda yg dikirim dari Mars”

“Mars??”, tanya Barrage kebingungan. Mendengar Barrage bertanya seperti itu, orang2 di sana menjadi semakin penasaran dengan tujuan mereka ke Mars.
Leaves kemnudian menatap Barrage dan menjawab pertanyaannya.

“Ya, pesan ini dikirim oleh ras Martian yg berada di Mars.”

Lantas orang2 di sana terkejut. Selain Kojiro dan Garland yg sudah mengetahui hal ini dari Leaves sebelumnya, anggota lainnya terkejut mendengar kata Martian. Mereka makhluk alien hijau itu tidak pernah ada. Namun Barrage mencoba tetap rasional dan bertanya kembali kepada Leaves

“Alien ya, apa mereka seperti ELS?”, tanya Barrage kepada Leaves. Barrage mengambil contoh ELS yg lebih masuk akal dibanding alien hijau humanoid yg mengendarai UFO.

“Bukan, mereka manusia seperti kita, namun struktur tubuh mereka berbeda dengan kita.”, balas Leaves tenang. Tentu saja mereka menjadi semakin kebingungan. Tanpa menghiraukan wajah2 kebingungan mereka, Leaves langsung menceritakan asal usul martian kepada mereka.

“Mungkin beberapa dari kalian ada yg belum tahu mengenai ekspedisi Jupiter Aeolia Schuhenberg 248 tahun yang lalu. Ekspedisi itu bertujuan untuk menciptakan GN Drive yang pertama. Saat itu di Mars juga dibangun base yg berfungsi sebagai penyambung komunikasi antara jupiter dan bumi dan pemasok suplai untuk kapal ekspedisi di jupiter. Namun dikarenakan suatu insiden, kapal ekspedisi jupiter pun non-aktif secara tiba2 dan orang2 di mars base tersebut kehilangan kontak dan akhirnya terdampar di mars. Beberapa dari mereka berhasil bertahan hidup dan akhirnya membangun sebuah peradaban kecil selama 248 tahun ini. Merekalah yg disebut Martian”.

Setelah mendengar cerita Leaves, mereka akhirnya paham mengenai martian yg tinggal di Mars. Setelah melihat mereka telah paham, Leaves kembali melanjutkan ceritanya.

“Kembali ke pesan yg saya terima di Veda. Pesan itu berisi bahwa mereka, para martians, akan melakukan kunjungan ke bumi…”

“Kita tahu sendiri bahwa penduduk bumi bisa saja dikejutkan oleh kunjungan martians yg tiba2 ini dan dapat menganggap mereka musuh yg menyerang bumi. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan kita akan martian. Oleh karena itu, misi CB kali ini adalah untuk berkomunikasi dengan martians agar dapat menghindari perang tersebut terjadi.”

*****

Orang2 cukup terkejut mendengar penjelasan Leaves. Terutama tentang bagaimana martian tersebut berhasil bertahan hidup di kondisi mars yang ekstrim. Selesai Leaves bercerita, kini giliran Kojiro untuk menjelaskan misi mereka berikutnya. Kali ini layar di lantai menyala dan ruangan menjadi gelap. Nadja yg berada di depan komputer operator kemudian memasukkan gambar skema sebuah kapal milik ESF.

“Kapal ini adalah prototype mothership pertama ESF yg menggunakan engine berupa original GN Drive. Namanya Vanaheimr. Ukurannya kurang lebih 1.5x lebih besar dari Prometheus. Namun bagian terbesar dari kapal ini adalah MS hanggarnya yang dapat menampung lebih dari 20 unit MS.” Jelas Nadja sambil membaca penjelasannya di komputer. Ia mengambil data ini dari terminal Veda di Celestial Being Mothership milik ESF. (note: “Celestial Being Mothership” adalah tempat Ribbons dulu mengawasi saat season 2 (yang ada sofa, kayak ruangan mewah, taman buatan dll). Didalamnya terdapat Veda. Sejak movie, tempat tersebut diambil alih oleh ESF (dikasih liat di awal2 movie))

“Kapal inilah yg kalian serang saat misi kita sebelumnya.” Kojiro menambahkan.

“Tujuan mereka pasti telah berubah dari yang awalnya menuju colony Union di Lagrange 2 menjadi Celestial Being. Seharusnya kita dapat menghancurkan saksi mata yg dapat mengganggu misi utama kita ke mars. Namun akibat kesalahan seseorang, kapal tersebut akhirnya selamat.”

Altaire hanya bisa diam sambil mendecikkan lidahnya mendengar kalimat Kojiro yg merujuk kepadanya.

“Saat ini mereka pasti telah diperintahkan untuk menyelidiki kita (CB) lebih lanjut. Prometheus pun pastinya sedang diikuti sekarang. Oleh karena itu agar tidak mengganggu misi utama kita ke Mars, kapal tersebut harus dimusnahkan. Itu misi kalian selanjutnya.”

“Selanjtunya Garland ingin menambahkan dan memberitahukan beberapa hal sebelum kita memulai misi.”, jelas Kojiro.

Lampu pun kembali menyala. Ruangan tersebut tidak lagi gelap. Namun gambar skema Vanaheimr masih belum hilang dari layar, walaupun sudah tidak dibahas lagi. Garland yang berada di sebelah kiri belakang Kojiro kemudian maju dan menyampaikan hal yang ingin disampaikannya.

“Semua Meister akan dikerahkan untuk mempermudah jalannya misi ini. Eisen Tughen, MS milik Meister no. 3 Mugen dan Suzuna, sudah dapat digunakan, namun belum mampu mengeluarkan seluruh performanya. Oleh karena itu diminta Meister no. 3 untuk tidak menggunakannya secara berlebihan.”

Suzuna memeluk tangan Mugen lebih erat. Walaupun sudah pernah mengalami berbagai hal mengerikan di Super-Soldier Facility (sudah bukan milik HRL, melainkan illegal), ia nampak gugup saat diberitahukan Garland bahwa ia harus mengikuti perang kali ini. Namun Mugen berusaha menenangkannya.

“Untuk Meister no. 4, Heaven Lighen. Gundam mu masih berada di koloni Krung Thep (koloni CB tempat MS Development. Muncul di 00P). Sementara ini kau masih akan menggunakan SEM Custom mu. Kita akan menuju ke sana setelah misi ini. Sekian dariku.”

Heaven seperti biasa tetap tidak berekspresi apa2 selain menjawab “ya” dan mengangguk.
Setelah Garland selesai berbicara, Kojiro pun maju mengucapkan kalimat terakhirnya untuk menutup brief.

“Semua kru bersiap di tempatnya masing2!!! Kita akan memulai misi ini sebentar lagi.”, ucap Kojiro tegas kepada seluruh orang di ruangan tersebut.


*Vanaheimr – MS Hangar*

“Weenar, bagaimana? Apa semua suplai sudah diangkut?”, tanya Lienage yg sedang ikut membantu mengangkut barang2 suplai dari kapal pengangkut yg baru saja datang.

“Hahaha… Belum, belum semua. Tinggal sedikit lagi barang yg harus di angkut dari kapal ini. Lagipula masih ada 2 kapal lagi yg terlambat.”, jawab Weenar.

Vanaheimr, prototype warship ESF pertama yg menggunakan original GN Drive. Dinahkodai oleh Captain Cathreene Corlasaur, cucu dari pasangan Kati Mannequin, sang brigaidier general ESF saat ELS war & Patrick Mannequin/Corlasaur (note: Patrick yg make nama marga Kati setelah nikah). Walaupun bermarga “Mannequin”, tetapi ia memilih untuk menggunakan marga “Corlasaur” sebagai bagian dari namanya, karena ia ingin dapat mewarisi “Immortality” dari kakeknya.

Saat ini Vanaheimr sedang melakukan pengambilan suplai dari kapal pengangkut yg dikirim dari koloni Union di High Orbit Ring Lagrange 2, tidak jauh dari Vanaheimr. Tadinya tujuan mereka adalah menuju koloni Union tersebut, dimana di tempat tersebut mereka akan melakukan beberapa tes uji coba untuk Vanaheimr. Namun dikarenakan serangan CB yg tiba2 sebelumnya, mereka pun akhirnya diberi misi untuk mengejar dan mencari tahu CB.
Pusat mengirimkan 3 kapal pengangkut suplai untuk perbaikan kapal dan untuk membantu pengejaran CB. Namun karena suatu hal dua kapal pengangkut terlambat untuk datang.

*biip, biip… biip…*

Suara tersebut datang dari komputer yang ada di tangan Weenar. Suara dari “ringtone” panggilan yang berasal dari Cathreene. Weenar pun segera mengangkat panggilan tersebut.

“Weenar, apa sudah diangkat semua barang2 dari kapal yg pertama?”, tanya Cathreene dalam layar hologram yg muncul dari komputernya.

“Sedikit lagi captain, hanya tinggal barang2 ringan saja.”, jawab Weenar sopan kepada kaptenya.

“Percepatlah lagi, karena dua kapal pengangkut yg terlambat sudah terlihat!”, perintah Cathreene.

“Yes mam!”

*Vanaheimr – Control Room*

Cathreene dengan operator2-nya sedang memonitori proses penurunan angkutan dari kapal pengangkut suplai. Cathreene seperti biasa duduk di kursi operatornya. Tidak lama kemudia ia dikejutkan oleh suara pintu masuk control room yg terbuka tiba2. Kolonel Ivanov tiba2 muncul dari balik pintu yang terbuka dan memasuki ruangan dengan wajah panik dan gelisah.

“Captain, bahaya!”

“Ada apa Colonel Ivanov??”, balas Cathreene yg ikut panik saat melihat Mikhail gelisah.

“Entahlah, tetapi anda harus menyuruh semua kru untuk standby di tempatnya masing! Umumkan juga siaga satu! Aku merasakan suatu hal yg buruk akan terjadi…!”, perintah Mikhail panik.

Cathreene tentu saja kebingungan. Ia merasa tidak ada apa2 yg terjadi. Namun Mikhail menyuruhnya untuk siaga satu. Akan tetapi Cathreene percaya bahwa insting Innovator Mikhail lah yg membuatnya gelisah seperti itu. Sesuatu yg orang biasa tidak dapat merasakannya. Sehingga Cathreene pun akhirnya menuruti perintah Mikhail.

“Baiklah Colonel Ivanov. Aku percaya insting Innovator-mu.” jawab Cathreene tenang namun sigap.

Ia segera memerintahkan operatornya untuk menyalakan alarm siaga, diikuti dengan suara di intercom yg memerintahkan seluruh awak Vanaheimr untuk bersiap di posisinya masing2.
Orang2 yg sebelumnya sedang mengangkut suplai pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas ke tempatnya masing2.

“Lienage, Amethys! Tinggalkan barang2 itu, kalian bersiap2lah di MS kalian!”, perintah Weenar di hangar kepada dua rekan Innovades-nya. Lienage & Amethys masih terdiam kebingungan sesaat setelah pengumuman diluncurkan. Sehingga Weenar segera menyadarkan mereka untuk segera bersiap dan meninggalkan pekerjaannya. Lienage yang masih bingung segera melepaskan box barang yg sedang diangkatnya dan terbang melayang menuju GN-XVII yang telah dikostumisasi untuknya.
Akan tetapi Amethys masih terlihat diam tidak bergerak dari tempat ia berdiri.

“Hei Amethys! Sedang apa kau?! Kau dengar sirine barusan kan!? Ayo cepat!!!”, teriak Lienage kepada Amethys. Anehnya Amethys tidak memperdulikan panggilan rekannya tersebut. Ia malah terlihat seperti orang kebingungan. Wajahnya menunjukkan kegelisahan.

“A-a-ap-apa ini… Perasaan apa ini…..???”
*DHUUAARRR!!!!*

Tiba2 saja terdengar suara ledakan dari luar kapal. Dari dalam layar di control room terpampang gambar ledakan dari sebuah kapal pengangkut. Tidak lama kemudian sebuah beam muncul dan menghancurkan kapal pengangkut yang satunya lagi.

“Celestial Being! Mereka datang lagi…”, ucap Mikhail dan Amethys pada saat yg bersamaan.

Indonesia, AD 2362, Riday’s Apartment, 6:39 AM local time.

Setelah kejadian kemarin, Riday akhirnya menyusun rencana supaya ia dapat menjadi pilot di ESF Force. Belakangan diketahui bahwa di Indonesia akan diadakan perekrutan prajurit ESF baru dalam waktu dekat. Tentu saja Riday tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tidak perlu berpikir panjang, ia langsung menjalani beberapa latihan fisik, mental, dan game simulasi perang di dalam game console yang mirip sebuah cockpit MS. Itu semua dilakukannya dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi tes calon prajurit ESF.

Indonesia, AD 2362, Riday’s Apartment, 5:52 AM local time.

Setelah beberapa hari, waktu penyeleksian pun tiba. Ia telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ia bahkan telah mengetahui apa saja yang akan diuji dalam seleksi tersebut berkat sumber informasinya yang luas serta kemampuan hacking-nya yang dapat menjebol situs ESF sehingga ia mampu memperoleh banyak informasi dari data di situs tersebut.

Indonesia, AD 2362, ESF’s Human Resource Department Office (Indonesia branch), 9:10 AM local time.

Hari terakhir penyeleksian calon prajurit ESF pun tiba. Dari sekitar 1000 calon prajurit ESF yang mendaftar dari seluruh Indonesia, saat ini hanya tersisa 100 dari mereka. Mereka yang sampai ke tahap terakhir ini sudah merasakan bagaimana beratnya ujian-ujian untuk dapat bergabung dengan ESF. Ujian terakhir kali ini adalah interview dengan 2 orang petinggi ESF dengan pangkat kolonel.

Pagi hari di ruang tunggu, sudah banyak calon prajurit ESF dari Indonesia yang menunggu untuk dipanggil interview. Riday tampak berada di antara kerumunan tersebut. Setelah beberapa lama, calon-calon prajurit tersebut mulai dipanggil masuk ke ruangan interview satu per satu. Setelah itu pula, Riday banyak menyaksikan berbagai ekpresi dari calon prajurit yang keluar dari pintu ruang interview tersebut. Ada yang berseri-seri, kecewa, menangis, bahkan ada pula yang babak belur seperti baru saja dipukul-pukul dengan sangat keras oleh seseorang atau lebih di dalam ruangan interview. Melihat kejadian yang terakhir disebutkan itu, Riday sangat terkejut dan berbicara pelan, “Ugh, benar-benar pemandangan yang memuakkan… Apa yang sebenarnya baru saja terjadi di ruang itu…? Mengapa para pengawal kolonel ESF di dalam membuat orang itu sampai babak belur seperti itu…?”.

Tidak lama kemudian, seorang wanita berparas kaukasian berpakaian seragam ESF dan memegang iPad keluar dari dalam ruangan interview dan memanggil nama Riday. “Mr. Riday Adintyer! Riday Adintyer please come in immediately!”. “Yes, ma’am!”, Riday dengan seketika menjawab dan bangkit dari kursinya lalu memasuki ruangan.

Di ruangan tersebut, ia sedikit terkejut karena di dalam ruangan tidak ada seorang pun kecuali 2 orang kaukasian yang berparas tinggi yang berada di belakang meja interview. Satu orang berambut putih duduk di belakang meja, yang satu lagi yang berambut panjang pirang dan berkacamata berdiri di sebelahnya.

“Sulit dipercaya! Berarti merekalah yang menghajar calon prajurit yang babak belur tadi!”, Riday berpikir dalam hatinya sambil berjalan mendekati meja interview.

“Riday Adintyer, eh? Please sit down.”, seorang kolonel berambut putih tersebut menyuruhnya duduk dengan logat Rusia yang kental. “Thanks, sir.”, Riday membalas dan langsung duduk di depan meja interview.

Seorang yang berambut pirang panjang hanya diam dan memperhatikan Riday dengan seksama. Orang yang berambut putih lalu menyuruh Riday untuk memperkenalkan diri.

Riday dengan sigap menjawab mereka, “Riday Adintyer, 21 years old. Indonesian. I work as an analyst and also a programmer for ESF’s MS R&D center. My current project is developing a newly concept MS for local ESF captain called Astral Project.”,

“Hmm… Interesting. What kind of MS is it?”, kolonel berambut putih tersebut menanggapinya. Riday langsung menjawab, “It is GNN-555X, sir! And later it will be called Astral as its production name.”

“I see… Well then, I’m colonel Mikhail Ivanov and this man which stand beside me is my partner, colonel Heinrisch von Vryn.”, Mikhail akhirnya memperkenalkan dirinya dan teman di sebelahnya. “Okay, no more chit chat. So, what’s bring you here?”, dengan suara yang sangat tegas dan tatapan mata yang tajam, Mikhail menanyakan pertanyaan tersebut.

“Of course to become one of your men, sir!”, Riday menjawabnya dengan lantang.

“That’s not the answer I wanna hear. I will say it once more, why do you want to join ESF so badly?”.

Riday terdiam sejenak. Ia berusaha membuat jawaban yang terbaik untuk meyakinkan kolonel berlogat Rusia tersebut. “I… uh… I want to protect this peace and people around the world as a part of ESF. I will do my best for mother earth and space as well!”.

Mikhail kembali bertanya, “What would you do with your previous job if you were accepted as ESF soldier? Isn’t that job has important role for ESF too?”.

“That… I already thought about that. I will quit my job as an engineer in ESF’s MS R&D, but if allowed, I will continue that MS project externally for ESF’s MS R&D.”, Riday menjawabnya dengan cukup meyakinkan walaupun di bawah tekanan Mikhail dan Heinrisch.

“So, you wanna say that you will continue that MS project eventhough you already work as an ESF soldier?”, Mikhail memastikan jawaban dari Riday.

“Yes, exactly, sir!”, balas Riday. Kedua orang tersebut terdiam beberapa saat sembari menatap Riday dengan tajam. Lalu keduanya saling menatap dan saling mengangguk seakan-akan keduanya sudah saling mengerti satu sama lain.

Mikhail kembali menatap Riday dan meluncurkan kata-kata penentuannya di interview ini, “Mr. Riday, you can leave now.”

Riday sedikit terkejut dan ia penasaran apakah itu berarti ia diterima menjadi anggota prajurit ESF atau sebaliknya. “Sir, that means I am accepted or not?”, tanya Riday.

“No, you are not qualified to be an ESF soldier.”, balas Mikhail dengan tatapannya yang dingin.

“WHAAT!? B-But sir, you’re kidding, right? I’m the one with superior score in the previous tests! Even I has the highest rank in piloting simulation test! How can I’m not qualified to be ESF soldier!? Tell me WHY?”, Riday meluapkan emosinya.

“You are a liar. Most of the things you said was a lie.”, Mikhail menjawab dengan tatapan tajam ke Riday.

Riday agak terkejut dan terdiam sejenak, secara spontan ia menggebrakkan meja interview. *BRAAAKK* “That’s insane!! You’re no Innovator, Innovade, nor even God! You’re embarassing yourself claimed someone was lied without any evidence!”.

Tiba-tiba Mikhail bangkit dari tempat duduknya dan langsung melayangkan pukulan keras ke muka Riday.

*BUKK* “UAAAAH…!!”, Riday terpental sekitar 2 meter dari tempatnya berdiri semula.

“Don’t ever think to make fun of ESF’s colonels. We can see someone’s lie through his eyes. Get lost or I’m gonna make you hospitalized for years!! We don’t need someone like you!”.

“Cih… Jadi ini yang membuat orang sebelumnya babak belur. Kalau aku membalasnya pasti aku akan bernasib sama dengan orang tersebut.”, Riday berkata dalam hatinya sembari mengusap-usapkan memar di wajahnya.

Seorang perempuan yang tadi bertugas memanggil calon prajurit lalu membisikinya, “Boy, that’s enough, you don’t want to end up like someone before you, do you?”.

“Cih, alright then! But I’m sure someday we’ll meet again, colonel Ivanov! And when that happen, I will prove it that I AM MUCH BETTER THAN YOU!!”, Riday lalu meninggalkan ruangan dengan kekesalan, dendam, dan sedikit luka di hatinya.

Indonesia, AD 2362, ESF’s MS Research and Development Center, 10:43 AM local time.

Seorang pemuda dengan perawakan agak kusut, rambut sedikit berantakan, dan berpakaian kemeja putih lengan panjang lengkap dengan jaket putih-merah sedang duduk santai di ruang kerjanya. Di depannya tampak sebuah meja, di atas meja tersebut terdapat sebuah laptop Macbook dan secangkir kopi krim. Di belakangnya terdengar suara dari siaran berita di TV yang tengah meliput kasus hilangnya beberapa orang secara misterius termasuk CEO dari Katagiri Industries, Garland Katagiri. Beberapa rekan di sekitarnya tampak sangat antusias dalam mengikuti perkembangan kasus tersebut.

“Like hell I care…”, ucap pemuda tersebut pelan dan ekspresi kosong sambil terus sibuk dengan Macbook-nya mengurus manufaktur sistem MS tipe baru yang rencananya akan digunakan oleh salah satu kapten ESF.

Tidak lama kemudian, muncul notifikasi email baru di Macbook-nya. Email tersebut telah dienkripsi sehingga tidak semua orang dapat membacanya. Ia segera membuka email tersebut dan didapatkannya email dari seseorang yang sudah 10 tahun lebih tidak bertemu dengannya.

“Email dengan enkripsi tipe baru lagi… Hhhh… Sudah berkali-kali kukatakan padanya, tidak ada enkripsi yang tidak dapat aku dekripsi…”, kata pemuda itu sambil memegang keningnya.

Tidak sampai 5 menit, email tersebut telah berhasil ia dekripsi dan ia segera membacanya.

[Riday nii-chan!! Omedetou karena telah berhasil membuka email ini ;p!! Ogenki? Bagaimana keadaan mama dan papa di Indonesia? Ne… Ne… Sudah tahu belum? Aku sudah tidak berada di Jepang lagi! Mungkin sebentar lagi aku akan dapat dipertemukan lagi dengan kalian di Indonesia sana. Hehehe… Tidak perlu khawatir aku berada dimana sekarang karena aku bersama orang-orang hebat yang dipilih oleh Veda! Ja, mata ne~ 😉 –Elvyna Arrivyer– ]

“Veda…?”, pemuda yang bernama Riday itu mengerutkan kening sejenak. Berpikir mengenai kata ‘Veda’ yang sekilas ia lihat di email. Ia tidak langsung membalas email tersebut, tetapi ia langsung mencari tahu apa itu ‘Veda’.

Indonesia, AD 2362, ESF’s MS Research and Development Center, 12:54 PM local time.

Setelah jam makan siang, sekitar pukul 1 PM, sambil terus mencari informasi mengenai Veda, tiba-tiba ia dikejutkan dengan telepon dari ibunya.

“Riday, ini Mama! Kamu sudah dengar belum apa yang pihak ESF katakan terhadap adikmu yang tiba-tiba menghilang 2 hari lalu? Mereka bilang adikmu ikut menjadi bagian dari orang-orang yang menghilang secara misterius belakangan ini! Riday, kamu pernah dikontak Elvy tidak sejak 2 hari lalu? Mama sangat khawatir…”, terdengar suara Ibu dari Riday dan Elvyna di handphone milik Riday.

Riday terdiam sejenak. Di benaknya mulai tergambar apa hubungan Veda, Adiknya, dan orang-orang yang menghilang secara misterius. Lalu di bibirnya terlihat senyum kecil.

“Tidak… Aku tidak tahu apa-apa mengenai bocah itu. Tapi tenang saja, Ma. Aku akan berusaha menyelidikinya dan membuat pihak militer ESF supaya mengerahkan pasukannya untuk menemukan orang-orang yang hilang termasuk Elvyna. Tetapi dalam sebulan ke depan harap jangan meneleponku karena mungkin aku akan bergabung ke dalam tim yang menginvestigasi kasus tersebut.”, jawab Riday dengan suara meyakinkan.

“Bagaimana kamu bisa seyakin itu? Ini menyangkut keselamatan anak Mama juga!”, jawab Ibunya dengan suara agak keras.

“Pokoknya tenang saja, Ma. Aku dan Elvyna bisa mengatasinya. Kami bisa mengurus diri kami sendiri.”, setelah itu ia langsung mematikan handphone-nya dan membuang SIM card dari handphone-nya ke tong sampah.

Sesampainya di kantornya, ia mulai menyambung semua puzzle yang ada di benaknya menjadi satu. Hasilnya ia menemukan satu kata: Celestial Being. Pada wajahnya terlihat ekspresi kepuasan. Setelah itu, ia menulis email terenkripsi yang ditujukan kepada adiknya.

[Bodoh! Sudah kukatakan untuk menghilangkan kebiasaanmu yang sering keceplosan itu. Baik-baiklah kamu di situ dan jangan pernah mencoba untuk memiloti MS atau semacamnya! Ini perintah dari kakakmu! –Riday Adintyer–]

Setelah menulis email tersebut, ia kembali melihat pekerjaannya saat ini yaitu manufaktur MS tipe baru untuk kapten ESF di Indonesia.

Pada layar monitor Macbook-nya, terlihat tulisan ‘Project Astral’ beserta part-part dari suatu MS tipe baru tersebut.

Indonesia, AD 2362, Riday’s Apartment, 5:21 PM local time.

Pada sore hari, ia telah kembali ke apartemennya. Biasanya, setelah mengganti semua pakaiannya, ia langsung menuju ruangan khusus tempat ia bermain simulasi MS battle. Namun kali ini ia langsung membuka Macbook-nya untuk mengerjakan kembali proyek manufaktur sistem MS tersebut.

“GNN-555X Astral… Manufaktur MS tipe baru ini harus sukses… Lalu jika telah selesai, aku akan mengambil alih MS ini dengan cara apapun.”, ucap Riday secara perlahan disertai senyum licik di bibirnya.

“Celestial Being… fufufu…. AHAHAHAHAHA!!!!”, ia tertawa dengan kerasnya di dalam kamarnya.
“Come… Come out from your hiding… And I’ll be glad to serve you…”, Pada wajahnya tampak ekspresi manusia yang haus akan perang.